Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Prosedur Audit Yang Biasa Dilakukan Oleh Auditor

Internal audit (pemeriksaan intern) adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian internal audit perusahaan, baik terhadap laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan, maupun ketaatan terhadap kebijakan manajemen puncak yang telah ditentukan dan ketaatan terhadap peraturan pemerintah dan ketentuan-ketentuan dari ikatan profesi yang berlaku. Peraturan pemerintah misalnya peraturan di bidang perpajakan, pasar modal, lingkungan hidup, perbankan, perindustrian, investasi dan lain-lain. Ketentuan-ketentuan dari ikatan profesi misalnya standar akuntansi keuangan. Prosedur-prosedur audit yang biasa dilakukan oleh auditor meliputi:

1.      Inspeksi

Inspeksi merupakan pemeriksaan secara rinci terhadap dokumen dan catatan-catatan atau kondisi fisik sesuatu. Dengan melakukan inspeksi terhadap kondisi fisik suatu aktiva tetap misalnya, auditor akan dapat menaksir keaslian dokumen,atau mendeteksi adanya perubahan-perubahan yang mungkin dilakukan. 

2.      Pengamatan

Pengamatan merupakan prosedur audit yang digunakan oleh auditor untuk melihat pelaksanaan suatu kegiatan.


 

3.      Konfirmasi

Konfirmasi merupakan bentuk penyelidikan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari pihak ketiga yang bebas.

4.      Permintaan keterangan

Permintaan keterangan merupakan prosedur audit yang dilakukan dengan meminta keterangan secara lisan. Bukti audit yang dihasilkan dari prosedur ini adalah bukti lisan dan dokumenter.

5.      Penelusuran

Dalam melaksanakan prosedur audit ini, auditor melakukan penelurusan informasi sejak mula-mula data tersebut direkam pertama kali dalam dokumen, dilanjutkan dengan pelacakan pengolahan data tersebut dalam proses akuntansi.

6.      Pemeriksaan dokumen pendukung.

Pemeriksaan dokumen pendukung merupakan prosedur audit yang meliputi:

  • Inspeksi terhadap dokumen-dokumen yang mengdukung suatu transaksi atau data keuangan untuk menentukan kewajaran dan kebenarannya.
  • Pembandingan dokumen tersebut dengan catatan akuntansi yang berkaitan.

7.      Perhitungan

Perhitungan fisik terhadap sumber daya berwujud seperti kas dan pertanggungjawaban semua formulir bernomor urut tercetak.

8.      Scanning

Scanning merupakan review secara cepat terhadap dokumen, catatan dan daftar untuk mendeteksi unsur-unsur yang tampak tidak biasa yang memerlukan penyelidikkan lebih mendalam.

9.      Pelaksanaan ulang

Prosedur audit ini merupakan pengulangan aktivitas yang dilaksanakan oleh klien. Umumnya pelaksanaan ulang diterapkan pada perhitungan dan rekonsiliasi yang telah dilakukan oleh klien.

10.  Teknik audit berbantuan komputer (computer-assisted audit techniques)

Bilamana catatan akuntansi klien diselenggarakan dalam media elektronik, auditor perlu menggunakan teknik audit berbentuan komputer dalam menggunakan berbagai prosedur audit yang dijelaskan diatas. .


Read More

Hak dan Kewajiban Pemilik Koperasi

Karakter utama dari koperasi adalah posisi anggota koperasi adalah sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi, sehingga koperasi memiliki beberapa karakter sebagai berikut :

a. Koperasi dibentuk oleh anggota-anggotanya berdasarkan kepentingan ekonomi yang sama.

b. Koperasi didirikan dan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai kemandirian, kesetiakawanan, keadilan, persamaan dan demokrasi, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap orang lain.

c. Koperasi didirikan, diatur, dikelola, diawasi, dan dimanfaatkan oleh anggota.

d. Tugas pokok koperasi adalah melayani kebutuhan ekonomi anggota dalam rangka memajukan kesejahteraan semua anggota.

e. Jika terdapat kelebihan skala ekonomi koperasi atau kemampuan pelayanan koperasi kepada anggotanya maka kelebihan tersebut dapat digunakan untuk membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitarnya.

Setiap anggota sebagai pemilik koperasi mempunyai hak dan kewajiban paling sedikit meliputi :

a. Memberikan Hak Suara dalam proses pengambilan keputusan melalui rapat anggota tahunan (RAT) yaitu :

  1. 1). Mengesahkan anggaran dasar ( AD ), anggaran rumah tangga ( ART ), peraturan khusus koperasi, dan kebijakan strategis koperasi lainnya.
  2. Memilih, mengangkat, dan memberhentikan pengurus dan pengawas dalam rapat anggota.
  3. Mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas.
  4. Menetapkan rencana kerja ( RK ) dan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi (RAPBK).
  5. Mengesahkan ketetapan-ketetapan operasional lainnya.

b. Aktif ikut melakukan pengawasan koperasi melalui system pengawasan dalam rapat anggota seperti:

  1. Ikut aktif menanggapi isi anggaran dasar, anggaran rumah tangga, peraturan khusus dan kebijakan strategis bidang organisasi,  operasional, pelayanan, usaha, dan keuangan koperasi
  2. Ikut aktif menanggapi laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas.
  3. Ikut aktif menanggapi rencana kerja pengurus dan pengawas.
  4. Ikut aktif menanggapi ketetapan operasional lain yang diagendakan.

c. Aktif mengembangkan permodalan koperasi baik melalui Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, maupun modal yang tidak menentukan kepemilikan koperasi ( Simpanan Sukarela, Tabungan, dan Simpanan ).

Partisipasi anggota juga diwujudkan dalam bentuk keaktifan memanfaatkan pelayanan koperasinya. Transaksi dengan anggota disebut dengan pelayanan,  sedangkan transaksi dengan non-anggota disebut dengan hubungan bisnis. Perlakuan akuntansi yang timbul karena transaksi dengan non-anggota harus dipisahkan pencatatannya dengan pelayanan kepada anggota.


Read More

Konsep Income dalam Tataran Semantik, Sintaktik dan Pragmatik

Laba merupakan suatu konsep akuntansi yang memiliki berbagai sudut pandang, tergantung dari siapa yang menilai dan bagaimana tujuan penilaiannya tersebut. Oleh karena itu, para ahli dan organisasi akuntansi memberikan definisi berbeda tentang konsep laba yaitu sebagai berikut :
  • Laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan yang merniliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks. Laba pada umumnya dipandang sebagai suatu dasar bagi perpajakan, determinan pada kebijakan pembayaran dividen, pedoman investasi, dan pengambilan keputusan, dan unsur prediksi.(Belkaoui : 1993)
  • Laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi. Commite On Terminology, Sofyan Syafri H : 2004)
  • Laba adalah pengambilan atas investasi kepada pemilik. Hal ini mengukur nilai yang dapat diberikan oleh entitas kepada investor dan entitas masih memiliki kekayaan yang sama dengan posisi awalnya.(Stice, Skousen : 2009)
  • Laba merupakan jumlah residual yang tertinggal setelah semua beban (termasuk penyesuaian pemeliharaan modal, kalau ada) dikurangkan pada penghasilan. Kalau beban melebihi penghasilan, maka jumlah residualnya merupakan kerugian bersih. Ikatan Akuntan Indonesia : 2007)
Konsep Income dalam Tataran Semantik
Konsep laba dalam tataran semantik berkaitan dengan masalah makna yang harus dilekatkan oleh perekayasa laporan pada simbol atau elemen biaya sehingga laba bermanfat dan bermakna sebagai informasi.

Pada tataran ini, teori menekankan makna yang harus dimiliki oleh konsep laba, seperti teori tentang aset, realitas, atau kegiatan perusahaan yang diinterpretasikan oleh laba. Laba harus dapat memberikan informasi kepada para pengguna laporan keuangan mengenai berbagai teori, misalnya kenaikan jumlah asset dan efektivitas kegiatan produksi perusahaan. Berbagai implementasi laba dalam tataran semantik yaitu :

1)   Pengukur Kinerja
Laba dapat diinterpretasikan sebagai pengukur efisiensi bila dihubungkan dengan tingkat investasi karena kedua hal tersebut secara konseptual merupakan suatu hubungan. Dalam pengukuran kinerja, laba dapat mempresentasikan efisiensi kinerja tersebut dengan menentukan ROI (Return on Investment) dan ROA (Return on Asset) sebagai dasar pengukuran efisiensi.

2)   Konfirmasi Harapan Investor
Kondisi pasar yang efisien atau tidak efisien akan sangat mempengaruhi prediksi atau harapan investor mengenai laba yang akan diperoleh, sehingga keputusan  yang akan diambil dalam melakukan sebuah investasi juga akan terpengaruh. Hal ini berarti informasi mengenai laba dapat dijadikan sarana untuk pengambilan keputusan investasi yang akan dilakukan.

3)   Estimator Laba Ekonomik
Laba ekonomik adalah laba dari kaca mata investor yang digunakan untuk menilai investasi. Penilaian laba ekonomik harus menggunakan informasi yang tersaji dalam pelaporan laba akuntansi, sehingga dharapkan laba akuntansi dapat digunakan sebagai estimasi laba ekonomik. Laporan keuangan diharapkan cukup menyediakan informasi laba dan aliran kas yang layak  serta menyerahkan analisis dan perhitungan laba kepada investor.

Konsep Income dalam Tataran Sintaktik
       Konsep laba dalam tataran sintaktik berkaitan dengan konsep laba yang harus diungkapkan dalam bentuk standar dan prosedur akuntansi yang mantap serta objektif, sehingga angka laba dapat diukur dan disajikan dalam suatu laporan keuangan. Pada tataran ini, teori menekankan bahwa makna laba secara sintaktik adalah selisih pengukuran dan perbandingan antara pendapatan dan biaya. Pengukuran dalam arti luas meliputi saat pengakuan dan prosedur pengakuan. Kriteria atau pendekatan dalam pengukuran laba dibagi menjadi tiga yaitu :

1)   Pendekatan Transaksi (Cash Basis)

            Dalam pendekatan ini, laba diukur dan diakui pada saat terjadinya transaksi dan kemudian terakumulasi sampai akhir periode. Pengukuran dan pengakuan laba juga akan paralel dengan kriteria pengakuan pendapatan dan biaya. Pengakuan laba atas dasar pendekatan ini sama dengan pengakuan pendapatan atas dasar kriteria terealisasi dan sama dengan pengakuan biaya atas dasar kriteria konsumsi manfaat. Pendekatan ini memiliki berbagai keunggulan misalnya jumlah rupiah aset dan kewajiban secara otomatis tersedia pada akhir periode serta perubahan aset dan kewajiban merupakan perubahan nilai yang diakui secara objektif.

Baca Juga

2)   Pendekatan Kegiatan (Accrual Basis)
      Dalam pendekatan ini, laba dianggap timbul bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan perusahaan dan bukan sebagai hasil suatu transaksi. Pendekatan ini paralel dengan konsep penghimpunan sebagai basis akrual pendapatan. Dengan konsep ini, laba dapat dinyatakan telah terbentuk bersamaan dengan dilakukannya kegiatan operasi perusahaan dalam arti luas (produksi, penjualan, dan pengumpulan kas) walaupun secara realisasi belum terjadi transaksi secara real. Pendekatan ini memiliki keunggulan dalam membantu management melakukan analisis internal seperti mengukur efisiensi dan profitabilitas setiap kegiatan operasional perusahaaan.

3)   Pendekatan Pertahanan Kapital
         Dalam konsep pertahanan kapital, laba merupakan konsekuensi dari pengukuran kapital pada dua titik waktu yang berbeda. Dengan konsep ini, elemen laba diukur atas dasar pendekatan aset-kewajiban. Dua pendekatan yang dibahas sebelumnya merupakan pendekatan pendapatan-biaya dalam pengukuran dan penilaian elemen neraca (aset dan kewajiban). Nilai aset dan kewajiban merupakan konsekuensi dari pengukuran pendapatan dan biaya atas dasar konsep perbandingan. Laba berdasarkan pendekatan ini berarti perbedaan nilai kapital pada dua saat yang berbeda atau kenaikan kapital dalam suatu periode.

Konsep Income dalam Tataran Pragmatik
       Konsep laba dalam tataran pragmatik berkaitan dengan pengaruh informasi laba terhadap perubahan perilaku para pemakai laporan keuangan. Pada tataran ini, teori menekankan pada pembahasan reaksi pihak yang dituju oleh informasi akuntansi.

Misalnya suatu kejadian pengumuman laba oleh perusahaan, dikatakan mengandung informasi jika pesan tersebut menyebabkan perubahan keyakinan para pengguna laporan dan menyebabkan adanya suatu tindakan tertentu. Apabila tindakan tersebut dapat diyakini sebagai reaksi atas kejadian pengumuman laba tersebut, maka informasi laba dapat dikatakan memiliki manfaat.

      Bila dikaitkan dengan teori positif-normatif, tataran sintaktik dan semantik pada umumnya bersifat normatif, sedangkan teori pragmatik akan lebih bersifat positif. Teori pragmatik juga sering diklasifikasikan sebagai akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) karena pokok bahasan pada umumnya adalah perilaku manusia dalam kaitannya dengan informasi. Pendekatan dalam proses penyimpulan yang menghasilkan pernyataan atau tindakan dapat bersifat deduktif maupun induktif.

1)   Pendekatan Penalaran Deduktif
     Penalaran deduktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari suatu pernyataan umum yang disepakati (premis) ke pernyataan khusus sebagai kesimpulan (konklusi). Pernyataan umum yang disepakati dan menjadi basis penalaran dapat berasal dari teori, prinsip, konsep, doktrin, atau norma yang dianggap benar, baik, dan relevan dalam kaitannya dengan tujuan penyimpulan. Penalaran deduktif dalam akuntansi digunakan untuk memberi penjelasan dan dukungan terhadap kelayakan suatu pernyataan akuntansi.

2)   Pendekatan Penalaran Induktif
      Penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Penalaran ini berawal dari suatu pernyataan yang khusus dan berakhir dengan pernyataan umum yang merupakan generalisasi dari keadaan khusus tersebut. Penalaran induktif dalam akuntansi digunakan untuk menghasilkan pernyataan umum yang menjadi penjelasan atau teori terhdap gejala akuntansi tertentu.

Read More

Bagaimana Pengaruh Kenaikan Dolar AS Terhadap Sektor Industri Pangan Indonesia

Teoriakuntansi- Kenaikan dolar AS memberi dampak yang cukup terasa bagi Indonesia, dampaknya terjadi di beberapa lini mulai dari harga kebutuhan hidup sehari-hari hingga pada bahan baku industri. Pada makalah ini, akan dibahas mengenai pengaruh dalam sektor pangan. Implikasi kenaikan dolar AS terhadap sektor pangan di Indonesia berupa dampak positif dan negatif, yaitu sebagai berikut.

a. Dampak Positif
Kenaikan dolar AS berimplikasi positif terhadap sektor pangan di Indonesia, berikut dampak-dampakya,

1) Minat Masyarakat Indonesia terhadap Pangan Lokal Meningkat
Hal ini terjadi karena alih-alih ingin membeli daging, beras, jagung, dan buah karena lebih bagus kualitasnya menjadi urung karena harganya yang menjadi sangat mahal karena melemahnya rupiah pada dolar sehingga mencari yang lebih murah. Produk lokal lah yang harganya lebih bisa menyesuaikan kantong masyarakat Indonesia. Meskipun, produk lokal tak luput terkena dampak naiknya dolar namun, harganya masih bisa dianggap wajar oleh warga lokal sendiri dibandingkan harus membeli produk luar negeri. Sehingga hal ini dapat membuat industri pangan di Indonesia semakin kuat dan mandiri.

2) Pendapatan Negara Melalui Ekspor Pangan akan Meningkat
Indonesia memang tidak hanya melakukan impor, tetapi juga melakukan ekspor pada komoditi makanan seperti biji kopi, ayam, ikan, dan bawang merah. Mengutip pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Surplus neraca perdagangan hasil perikanan pada kuartal II 2018 tumbuh diprediksi lebih tinggi karena kenaikan dolar AS. Neraca perdagangan hasil perikanan per kuartal I 2018 mengalami surplus sebesar 1 Milliar dolar AS. Surplus neraca perdagangan hasil perikanan pada kuartal II tahun ini dan seterusnya semakin meningkat, ditambah pengusaha secara otomatis dinilai akan memanfaatkan momentum pelemahan rupiah terhadap terhadap dolar AS. Tentunya mendatangkan keuntungan pada kenaikan hasil devisa negara.

Kondisi pelemahan rupiah dapat menjadi kesempatan untuk negara menambah cadangan devisa melalui ekspor pangan. Hal ini dapat terjadi karena produk-produk dari Indonesia dianggap murah bagi konsumen luar negeri sehingga dapat meningkatkan daya saing produk-produk pagan Indonesia di luar negeri. Produk- produk yang akan dijual ke luar negeri mungkin harganya sama (dibayar menggunakan dolar), namun selisih harga dolar terhadap rupiah tentu dapat menjadi untung yang tidak sedikit. Dengan kondisi pelemahan rupiah, sebenarnya menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan surplus perdagangan yang mereka raih. Rilis data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret memperlihatkan bahwa Indonesia mencatatkan surplus perdagangan mencapai US$ 1 miliar. Namun, tetap saja, para investor dan eksportir berharap agar rupiah menguat karena jika terus tertekan atau melemah akan memberikan efek domino yang sangat besar bagi Indonesia dan menganggu stabilitas perekenomian Indonesia

b. Dampak Negatif
Kenaikan dolar AS berimplikasi negatif terhadap sektor pangan di Indonesia, berikut dampak-dampakya,

1) Kebutuhan Pangan Sehari-hari Menjadi Naik, Terutama Kebutuhan Bahan Baku Impor
Komoditas pangan merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Untuk itu pemenuhan kebutuhannya harus disegerakan agar tidak timbul menjadi gejolak pangan. Namun, seiring dengan vitalnya pangan, pemenuhan kebutuhan pangan sering kali mengalami kekosongan dan kemudian didatangkan dengan melakukan impor, baik pada bahan-bahan baku yang tidak didapatkan di Indonesia maupun untuk memenuhi jumlah kebutuhan. Hal demikian berimplikasi pada sulitnya mengendalikan harga yang menimbulkan ketidakstabilan harga di pasar.

Tingginya tingkat permintaan akan konsumsi pangan, membuat pemerintah melakukan impor dalam pemenuhan bahan pokok dalam negeri. Dalam data BI tahun 2017, proporsi impor tertinggi terdapat pada komoditas seperti beras, jagung, kedelai, dan gandum. Mengingat penguatan dolar memuncak hingga pertengahan 2018 yang menyentuh angka 15 ribu. Indonesia terkena dampak negatif dari kenaikan dolar as ini terutama pada sektor bahan baku yang masih impor, sebab ikut mengalami kenaikan seiring dengan naiknya dolar. Mengutip pernyataan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS mengatakan, ada dampak langsung yang akan ditimbulkan dari pelemahan kurs rupiah ke bahan makanan impor berupa kenaikan harga bahan makanan tersebut.

2) Menganggu Dunia Industri Pangan
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kurs yang terlalu tinggi tidak bagus bagi dunia usaha, termasuk pangan. Kurs yang tidak stabil membuat pengusaha menahan diri dalam pengambilan kebijakan. Namun jika kurs dan volatilitas terjaga maka akan lebih mudah bagi pengusaha menentukan langkah ke depan. "Kalau kurs stabil, pengambilan keputusan itu lebih mudah dan kalau ada volatilitas ya pengambilan keputusan sedikit lebih susah, karena orang kurang pasti ke depannya bagaimana."

Baca Juga

Pengaruh besar terjadi bagi industry pangan atau konsumsi yang berbahan baku impor. Hal ini akan mempengaruhi internal perusahaan maupun eskternal perusahaan. Mulai dari internal (dari dalam) perusahaan, akan sulit dalam hal menentukan supply dan demand. Melihat bahwa produk berbahan baku impor, sehingga harga produksi akan meningkat. Hal ini tentu harus diseimbangkan dengan harga jual agar tidak merugi. Sedangkan, eksternalnya semakin sulit untuk bersaing dengan industri lain apabila permasalahan internal tidak dapat diatasi dengan baik.

Berdasarkan penjabaran data di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kenaikan dolar AS dalam sektor pangan memiliki dua pokok implikasi, yaitu positif dan negatif. Implikasi positif berupa meningkatnya permintaan terhadap produk-produk lokal, dan kenaikan hasil pendapatan nasional dari barang atau bahan makanan yang dieskpor seperti kopi dan Ikan. Sedangkan implikasi negatif, berupa kenaikan harga bahan pangan yang berasal dari barang impor. Ikan mengalami dampak yang signifikan berupa surplus sebesar 1 Miliar dolar AS
Read More

Bbeberapa Sistem Ekonomi Yang Berlaku Saat Ini

Teoriakuntansi.com- Ekonomi sebagai salah satu bidang ilmu pengetahuan sudah tentu memiliki analisa maupun teori-teori ekonomi yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hubungannya dengan kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perushaan, maupun masyaraat secara keseluruhan akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yag bersifat ekonomi. Yaitu persoalan yang menghendaki seseorang, atau seatu perusahaan ataupun anggota masyarakat untuk membuat suatu keputusan tentang cara yang tebaik untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi. Ataupun membantu dalam mengambil keputusan untuk mengambil suatu peluang.

Akan tetapi runtuhnya sistem ekonomi dunia yang pada saat itu menganut sistem ekonomi sosialis pada awal tahun 90-an membuat sistem kapitalisme disanjung sebagai sistem ekonomi yang sahih. Tetapi ternyata, sistem ekonomi kapitalis membawa akibat negatif yang lebih buruk, karena banyak negara miskin bertambah miskin dan negara kaya yang jumlahnya relatif bertambah kaya.

Perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.

Secara garis besar terdapat beberapa sistem ekonomi yang berlaku saat ini yaitu:

Sistem Ekonomi Liberal/Kapitalis
Sistem ekonomi ini membebaskan segala macam bentuk kegiatan ekonomi. Pemerintah tak ada urusan dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh rakyat. Mereka semua mendapatkan hak yang sama untuk berkreativitas, tak ada pelarangan.

Intinya, dalam sistem ekonomi kapitalis, semua bebas berbuat apa saja. Sehingga tak mengherankan bila kaum pemodal atau kapital menjadi kaum yang super power pada sistem ekonomi ini. Sistem ekonomi liberal atau kapitalis ini digawangi oleh Amerika sebagai negara imperialis.

Baca Juga

Sistem Ekonomi Sosialis/Komunis
Sistem ekonomi ini menjadikan pemerintah sebagai pusat dari segala macam kegiatan ekonomi. Segala macam kegiatan ekonomi masyarakat diatur oleh pusat, bahkan mengenai hak milik pribadi pun pemerintah pusatlah yang mengatur.

Akibat dari sistem ini, tidak adanya kepemilikan pribadi karena semuanya diatur oleh pusat. Tak ada pula si kaya dan si miskin karena ekonomi komunis berpandangan bahwa seharusnya kondisi masyarakat harus “sama rata sama rasa”, tak ada yang lebih dan tak ada yang kurang. Rakyat atau masyarakat tidak bebas menggunakan sumber daya alam.
Kemampuan mereka untuk berpikir kreatif benar-benar dipasung sehingga rakyat hanya bisa “terima-terima” saja. Sistem ekonomi sosialis ini digawangi oleh Rusia.

Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi yang merupakan kombinasi dari dua sistem ekonomi sebelumnya, yaitu komunis dan liberal. Rakyat memiliki hak untuk berkreativitas, namun demikian pemerintah juga tetap berperan dalam mengatur jalannya kegiatan ekonomi.

Read More

Perbedaan Anggaran dengan Rencana Strategis dan Prediksi

A. Pengertian Anggaran
Anggaran merupakan alat untuk perencanaan dan pengendalian jangka pendek yang efektif dalam organisasi. Suatu anggaran operasi biasanya meliputi waktu satu tahun dan menyatakan pendapatan dan beban yang direncanakan untuk tahun itu. Anggaran memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Anggaran mengestimasikan potensi laba dari unit bisnis tersebut.
  2. Dinyatakan dalam istilah moneter
  3. Biasanya meliputi waktu selama satu tahun
  4. Merupakan komitmen manajemen
  5. Anggaran disetujui oleh pejabat yang lebuh tunggi wewenangnya dari pembuat wewenangnya
  6. Anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi-kondisi tertentu
  7. Secara berkala, kinerja keuangan aktual dibandingkan dengan anggaran, dan varians dianalisis serta dijelasakan

B. Perbedaan Anggaran dengan Rencana Strategis dan Prediksi
Perencanaa strategis adalah proses untuk memutuskan hakikat dan ukuran beberapa program yang harus dilaksanakan guna mengimplementasikan berbagai strategi organisasi. Baik perencanaan strategis dan penyusunan anggaran melibatkan perencanaan, namun jenis aktivitas perencanaannya berbeda. Proses penyusunan anggaran fokus pada satu tahun, sementara perencanaan strategis fokus pada aktivitas-aktivitas yang mencakup periode beberapa tahun.

Sedangkan, suatu predeksi adalah suatu perkiraan akan apa yang mungkin terjadi, tetapi tidak mengandung imlikasi bahwa pembuat prediksi akan berupaya untuk membentuk suatu kejadian sehingga prediksinya akan terealisasi. Suatu prediksi memiliki prediksi sebagai berikut:
  1. Suatu prediksi bisa dinyatakan atau tidak dinyatakan dalam istilah moneter
  2. Pembuat prediksi tidak menerima tanggung jawab untuk memenuhi hasil yang diprediksikan
  3. Prediksi biasanya tidak disetujui oleh wewenang yang lebih tinggi
  4. Suatu prediksi diperbarui segera setelah informasi baru mengindikasikan adanya suatu perbahan dalam kondisi.
  5. Varians dari prediksi tidak dianalisis secara formal maupun berkala

C. Kegunaan Anggaran
Penysusunan anggaran operasi mempunyai empat tujuan utama: (1) untuk menyesuaikan rencana strategis; (2) untuk membantu mengoordinasikan aktivitas dari beberapa bagian organisasi; (3) untuk menugaskan tanggung jawab kepada manajer, untuk mengotorisasijumlah yang berwenang untuk mereka gunakan, dan untuk menginformasikan kepada mereka mengenai kinerja yang diharapkan dari mereka, dan; (4) untuk memperoleh komitmen yang merupakan dasar untuk mengevaluasi kinerja aktual manajer.
1. Menyelaraskan dengan rencana strategis
2. Koordinasi
3. Penugasan tanggunng jawab
4. Dasar evaluasi kinerja

Read More

Prinsip Dan Elemen Penting Dalam Digital Ekonomi

Supaya ekonomi digital menjadi kompetitif dan memberi keuntungan kepada masyarakat dan pelaku usaha, diperlukan kerangka regulasi yang tepat sehingga terjadi pasar yang kompetitif dan seimbang untuk menciptakan produk dan ide yang diperlukan. Ciri ekonomi digital adalah melakukan perdagangan global dan banyak memotong rantai intermediary.  Diharapkan tidak ada barrier to entry sehingga memberi keleluasaan partisipasi pasar.

 Prinsip-prinsip Penting Dalam Digital Ekonomi  
Ada beberapa prinsip yang mewarnai digital ekonomi sebagai berikut:
  • Globalisasi dalam digital ekonomi ditandai dengan hilangnya batas-batas ruang dan waktu (time and space). Pengetahuan sebagai sumber daya utama, tidak pernah mengenal adanya batasan geografis sehingga keberadaan entitas negara menjadi semakin kurang relevan untuk menjalankan bisnis dan pelaksanaan pendidikan dalam digital ekonomi. Segmentasi pasar yang dilakukan berdasarkan batasan waktu dan ruang perlu didefnisikan kembali mengingat masyarakat telah menjadi satu dalam digital ekonomi, seperti suatu komunitas produsen dan konsumen. 
  • Internet merupakan satu prasyarat untuk dapat berhasil di era ekonomi digital. Berdasarkan model bisnis, dalam menentukan aktivitas intinya (core activity), dalam bekerja sama dengan institusi lain, dan dalam melaksanakan proses-proses penunjang.  
  • Disintermediation merupakan sebuah ciri khas dari ekonomi digital dimana memiliki kencenderungan berkurangnya mediator sebagai perantara dalam suatu bisnis. Contoh mediator adalah wholesalers, record companies, retailers, broadcasters, dan sebagainya. Perusahaan yang berperan sebagai mediator dengan sendirinya akan bangkrut karena adanya binis internet. 
  • Convergence adalah hal penting menuju kesuksesan pada perusahaan melalui bisnis internet yang terletak pada kualitas dan kemampuan perusahaan dalam mengkonvergensikan tiga sektor industri, yaitu: computing, communications, dan content dalam digital ekonomi.  Pelayanan Triple play (tilpon, internet dan TV) adalah salah satu tanda converjensi dari industri ICT.
  • Innovation yang salah satunya adalah adanya layanan ICT yang memiliki aktivitas online selama 24 jam, tidak hanya 8 jam kerja seperti perusahaan pada umumnya. Keunggulan kompetitif (competitive advantage) sulit untuk dipertahankan jika dilihat dari ciri karakter perusahaan internet yang, dapat dengan mudah ditiru. Karena itu tiap perusahaan perlu melakukan inovasi secara terus-menerus yang sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan jika ingin terus berbisnis’

Elemen Industri yang Diperlukan di Era Ekonomi Digital
1. Infrastruktur  
Pelayanan berbasis applikasi digital seperti e-kesehatan, e-learning dan pelayanan bisnis seperti e-trade hanya dapat digunakan jika ada akses internet yang cepat dan stabil. Jadi perlu dipastikan adanya investasi infrastuktur yang cukup, terutama untuk program nasional rencana pita lebar.  Sumber pendanaan utama adalah instrumen pendanaan jangka panjang yang targetnya termasuk sektor transportassi, energi dan ekonomi digital. Seluruh warga negara perlu terkoneksi ke internet dgn kecepatan tinggi dan dengan harga yang terjangkau.  

Selain infrastruktur, industri ICT perlu menjadi kompetitif secara global dan perlu keadaan dimana operator dan penyedia layanan internet menjadi global.  Untuk itu diperlukan eko sistim  termasuk cukupnya  regulasi yang secara aktif mendukung innovasi dan ide-ide inovatif.  Integrasi mereka perlu cepat di pasar, penjualan produk dan pelayanan ini ke seluruh dunia. Kerjasama antar negara, antar bisnis serta investasi bersama akan berperan disini.   

2. HAKI, Hak Paten dan Konten
Bisnis di ekonomi digital sangat tergantung pada proteksi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Resikonya, jika terjadi pelanggaran terhadap hak ini pada skala komersil perlu ditindak dengan prosedur penindakan sosial supaya pencipta, inventor, dan pemilik HAKI lainnya tetap menerima bonus yang memadai setara dengan usahanya.  Hak cipta juga adalah salah satu HAKI yang sangat penting untuk industri ekonomi digital sehingga meningkatkan pertumbuhan perusahaan.   Diperlukan kebijakan yang mendukung pertumbuhan teknologi dan industri dalam ekonomi digital.  Diharapkan sistem HAKI akan mendukung value chain yang efisien antara pencipta, pengarang, produsen, penerbit, jurnalis, perantara serta pengguna.  

Perlu diyakinkan bahwa  konsumen  mendapatkan fleksibilitas dan kemudahan  dalam penggunaan produk yang memiliki hak cipta.  Perlu dipromosikan budaya menghormati hak cipta sehingga masyarakat  mengerti  pentingnya hak cipta. Perlu didukung kebebasan memilih para konsumen dan yang memberi ruang untuk bisnis model innnovatif dan layanan penting seperti e-kesehatan dan mobil tanpa pengemudi.  

3. Konsumen Ekonomi Digital
Dalam menciptakan kerangka proteksi yang lebih baik untuk konsumen, perlu keseimbangan  dengan kepentingan dan kapasitas bisnis, terutama untuk perusahaan kecil dan menengah. Sekiranya regulasi tidak seimbang, hal itu dapat mengeluarkan bisnis dari peredaran.  Hal ini juga mempengaruhi kebebasan pilihan konsumen. Oleh karena itu hak dan kewajiban konsumen dan bisnis perlu seimbang dari kedua belah fihak. Ekonomi digital memberikan solusi yang menguntungkan bagi konsumen dan produsen.    

Keluhan Produsen 
Meskipun pendidikan dan perdagangan di era ekonomi digital berkembang cepat, namun regulasi belum berkembang secepat itu. Gelombang baru proteksi ekonomi digital banyak terjadi di negara negara yang pertumbuhan ekonominya tinggi.  Fenomena ini tidak hanya mempengaruhi trade barrier tetapi menjadi pembatasan pada arus data komersil antar negara, kebijakan standar yang merusak kompetisi, menurunkan inovasi, melambatkan pertumbuhan yang merusak hubungan perusahaan dan konsumen.  

Baca Juga

Minimal ada 3 (tiga) tantangan sebagai berikut:
  1. Kita perlu memperbaiki sistim pendidikan dan peraturan perdagangan yang memperlihatkan realitas ekonomi digital.  Diperlukan pelayanan inovatif  dalam pendidikan dan perdagangan supaya terjadi arus data yang lancar antar negara tanpa mengharuskan data center di lokasi tertentu.
  2. Perlu didukung progres dari inovasi teknologi sehingga kita dapat mengkapitalisasi ekonomi digital sebagai tantangan masa depan.  
  3. Perlu ada kesetaraan lapangan untuk kompetisi sehingga konsumen mendapat akses pada produk dan pelayanan yang ditawarkan.  Perlu transparensi pada proses pengadaan  dan menjawab bahwa pelayanan yang diberikan sesuai yang diminta. .


Read More